B.KONEKSI INTERNET
a. Macam Macam Koneksi Internet
1. Koneksi Internet Kabel
Koneksi internet kabel adalah jenis koneksi yang memanfaatkan media
kabel sebagai penghantarnya. Koneksi ini juga beragam, baik dari segi biaya
maupun kecepatanya. Berikut ini beberapa jenis koneksi internet yang
menggunakan media kabel.
2. Dial-up
Merupakan koneksi internet yang memanfaatkan jalur
telpon (telpon rumah), dengan cara menghubungi nomopr telpon khusus agar bisa
digunakan untuk berintenetan. Koneksi dial-up memang jauh lebih lambat
dibandingkan dengan koneksi internet lainya., kecepatan maksimum yang didapat
hanya sekitar 56 Kbps, kecepatan tersebut bahkan bisa lebih parah pada kondisi
tertentu, seperti pada siang hari dimana traffic pengguna telpon sedang
meningkat, selain itu, biaya koneksinya juga masih relative mahal.
3. ADSL
ADSL ( Asymmetric Digital Subscriber
Line ) merupakan koneksi internet broadband yang cepat dibandingkan dengan
koneksi dial-up,GPRS,Atau CDMA, ADSL/DSL Memiliki kecepatan transfer besar
karena menggunakan jalur pita yang lebar.
Teknologi ADSL Memberikan kecepatan transfer data yang
berbeda antara proses pengiriman data ( upload ) dan penerimaan data ( download
),untuk meningkatkan keduanya maka digunakan istilah Asymmetric untuk teknologi
ini ADSL Mampu mengirimkan data yang besar,yaitu sekitar 1,5 Mbps sampai 8 Mbps
untuk downstream (dari sentral ke pelanggan) dan 16 Mbps sampai 640 Kbps untuk
arah upstream (dari pelanggan ke sentral).
Internet cabel sebenarnya pada awalnya ditujukan untuk
konsumen yang membutuhkan tayangan televise luar negeri yang berkualitas tetapi
karena kebutuhan internet juga banyak, maka layanan ini juga menyediakan akses
internet.
Teknologi ini bekerja dengan memindahkan sinyal-sinyal
radio yang biasa di- broadcast di udara menjadi berbentuk sinyal-sinyal yang
dapat dilewatkan didalam bungkusan kabel coaxial.
4.Koneksi Internet Nirkabel (wireless)
wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini
adalah melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang
elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Saat ini teknologi wireless berkembang
dengan pesat, secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya
pemakaian telepon sellular, selain itu berkembang pula teknologi wireless yang
digunakan untuk akses internet.
Wireless LAN menggunakan gelombang elektromagetik
(radio dan infra merah) untuk melakukan komunikasi data menyalurkan data dari
satu point ke point yang lain tanpa melalui fasilitas fisik. Koneksi ini
menggunakan frekuensi tertentu untuk menyalurkan data tersebut, kebanyakan
Wireless LAN menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Frekuensi inilah yang disebut
dengan Industrial, Scientific and Medical Band atau sering disebut ISM Band,
seperti telah dijelaskan di atas.
b.Protokol
Protokol
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya
hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat
keras, perangkat
lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang
terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar
teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan
peralatan perangkat keras. Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk
penyimpanan jangka panjang.
Sangat susah untuk menggeneralisir protokol
dikarenakan protokol memiliki banyak variasi di dalam tujuan penggunaanya.
Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:
- Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin lainnya.
- Melakukan metode "jabat-tangan" (handshaking).
- Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
- Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
- Bagaimana format pesan yang digunakan.
- Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
- Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya
- Mengakhiri suatu koneksi.
Untuk memudahkan memahami Protokol, kita mesti
mengerti Model OSI. Dalam Model OSI terdapat 7 layer dimana
masing-masing layer mempunyai jenis protokol sesuai dengan peruntukannya.
c.Kelebihan n Kekurangan Tipe Koneksi Internet
Wi-Fi
Standar IEEE untuk family jaringan nirkabel LANs
adalah 802.11 atau dikenal sebagai Wi-Fi (Wireless Fidelity). Terdapat
tiga standar dalam family ini, yaitu :
1. Standar 802.11a à dapat mengirim sampai 54 Mbps di
jangkauan frekuensi 5 GHz dan jarak efektif 10 sampai 30 meter.
2. Standar 802.11b à dapat mengirim samapi 11 Mbps di unlicensed
2,4 GHz band dan jarak efektif 30 sampai 50 meter, walaupun jangkauan ini
dapat diperluas dengan menggunakan antena.
3. Standar 802.11g à dapat mengirimkan sampai 54 Mbps
di jangkauan frekuensi 2.4 GHz
Sistem Wi-Fi dapat dioperasikan di dua cara yang
berbeda, yaitu :
1. Infrastructure mode à alat nirkabel
berhubungan dengan wired LAN menggunakan access point dan antena
yang menyambung ke wired network, router, atau hub. Setiap
access point dan alat nirkabel dikenal sebagai Basic Service Set (BSS).
2. Ad hoc mode (peer-to-peer mode) à alat
nirkabel yang berhubungan satu sama lainnya secara langsung dan tidak
menggunakan access point. Kebanyakan komunikasi Wi-Fi menggunakan infrastructure
mode, sedangkan ad hoc mode digunakan untuk LANs di rumah atau
kantor bisnis kecil.
Keuntungan Wi-Fi :
- Pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarak jangkauan dari satu titik pemancar Wi-Fi
- Dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional)
- Dapat digunakan untuk menciptakan akses internet berbiaya rendah
- Banyaknya pengguna jaringan Wi-Fi tidak dibatasi seperti pada jaringan kabel yang tergantung pada jumlah titik kabel yang tersedia
- Biaya implementasi teknologi tergolong rendah ketimbang jaringan kabel
Kekurangan Wi-Fi :
- Mempunyai fitur keamanan yang lemah karena jaringan kabel ini mudah diserang oleh para cracker
- Jaringan Wi-Fi mudah kena gangguan dari sistem dalam spektrum yang sama misal wireless phones, microwace ovens, atau jaringan LANs lainnya
- Untuk menggunakan Wi-Fi kita harus ada di area yang dijangkau oleh Wi-Fi atau istilahnya ‘hotspot’
- Area jangkauan Wi-Fi masih kecil, sinyalnya kurang bisa menembus tembok
3G
Generasi ketiga (3G) adalah pengembangan dari generasi
sebelumnya, dengan rekomendasi dari ITU (International Telecomunication Union)
sebagai berikut :
* Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100 km/jam.
* Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan kaki.
* Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada user diam (stationer).
* Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100 km/jam.
* Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan kaki.
* Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada user diam (stationer).
Kemampuan teknologi 3G :
Memiliki kecepatan transfer data cepat (144kbps – 2Mbps) sehingga dapat melayani layanan data broadband seperti internet, video on demand, music on demand, games on demand, dan on demand lain yang memungkinkan kita dapat memilih program musik, video, atau game semudah memilih channel di TV. Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani video conference dan video streaming lainnya.
Memiliki kecepatan transfer data cepat (144kbps – 2Mbps) sehingga dapat melayani layanan data broadband seperti internet, video on demand, music on demand, games on demand, dan on demand lain yang memungkinkan kita dapat memilih program musik, video, atau game semudah memilih channel di TV. Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani video conference dan video streaming lainnya.
Kelebihan 3G dibandingkan generasi-generasi sebelumnya
:
*Kualitas suara yang lebih bagus.
* Keamanan yang terjamin.
* Kecepatan data mencapai 2 Mbps untuk lokal/Indoor/slow-moving access dan 384 kbps untuk wide area access.
* Support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh, pengguna dapat browse internet bersamaan dengan melalukan call (telepon) ke tujuan yang berbeda.
* Infrastruktur bersama dapat mensupport banyak operator dilokasi yang sama. Interkoneksi ke other mobile dan fixed users.
* Roaming nasional dan internasional.
* Bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk internet (IP) dan videoconferencing. Juga high data rate communication services dan asymetric data transmission.
* Efiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat menggunakan secara maksimum
* Support untuk multiple cell layer.
* Co-existance and interconnection dengan satellite-based services.
* Mekanisme billing yang baru tergantung dari volume data, kualitas service dan waktu.
*Kualitas suara yang lebih bagus.
* Keamanan yang terjamin.
* Kecepatan data mencapai 2 Mbps untuk lokal/Indoor/slow-moving access dan 384 kbps untuk wide area access.
* Support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh, pengguna dapat browse internet bersamaan dengan melalukan call (telepon) ke tujuan yang berbeda.
* Infrastruktur bersama dapat mensupport banyak operator dilokasi yang sama. Interkoneksi ke other mobile dan fixed users.
* Roaming nasional dan internasional.
* Bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk internet (IP) dan videoconferencing. Juga high data rate communication services dan asymetric data transmission.
* Efiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat menggunakan secara maksimum
* Support untuk multiple cell layer.
* Co-existance and interconnection dengan satellite-based services.
* Mekanisme billing yang baru tergantung dari volume data, kualitas service dan waktu.
Kelemahan Teknologi 3G :
- Memerlukan Kontrol Daya “Ideal” dan belum mencukupinya kecepatan transfer data dalam melayani layanan multimedia yang memerlukan kecepatan yang mumpuni.
- Memerlukan Kontrol Daya “Ideal” dan belum mencukupinya kecepatan transfer data dalam melayani layanan multimedia yang memerlukan kecepatan yang mumpuni.
- Infrastruktur dan tarif yang mahal jika ingin
menikmati teknologi 3G.
- Kekuatan sinyal operator mempengaruhi kualitas
layanan 3G
DSL (Digital Subscriber Line)
DSL merupakan kumpulan teknologi-teknologi yang
memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan pada jaringan telepon tembaga biasa
yang telah lama ada untuk menghantarkan data digital berkecepatan tinggi.
Koneksi DSL sangat mudah digunakan seperti halnya koneksi dial-up biasa. Namun,
sifat dan kecepatannya seperti halnya koneksi leased line yang dapat selalu
aktif selama koneksi ke sentral terminasi DSL masih aktif.
Teknologi DSL dapat tersedia berkat adanya sebuah
perangkat bernama DSLAM (DSL Access Multiplexer). Perangkat inilah yang membuat
media koneksi berjalan menggunakan teknologi DSL dan menjadi pusat terminasi.
DSL biasanya menggunakan sinyal frekuensi dengan range yang cukup tinggi, yaitu
hingga 1 MHz. Masing-masing tipe DSL berbeda-beda dalam hal penggunaan
frekuensi. Sebagai contoh teknologi ADSL menggunakan frekuensi 20 KHz sampai 1
MHz.
Tipe-tipe DSL
Teknologi DSL memang berkembang cukup cepat. Dari perkembanganya itu, teknologi DSL terbagi-bagi menjadi lebih dari satu tipe. Semua tipe tersebut memiliki ciri khas dan keunggulannya masing-masing. Berikut ini adalah tipe-tipe koneksi broadband mengadopsi teknologi DSL yang umum digunakan saat ini:
Teknologi DSL memang berkembang cukup cepat. Dari perkembanganya itu, teknologi DSL terbagi-bagi menjadi lebih dari satu tipe. Semua tipe tersebut memiliki ciri khas dan keunggulannya masing-masing. Berikut ini adalah tipe-tipe koneksi broadband mengadopsi teknologi DSL yang umum digunakan saat ini:
- Asymmetric DSL (ADSL)
Yang dimaksud dengan kata Asymmetric DSL adalah teknologi ini memberikan kecepatan transfer data yang berbeda antara proses pengiriman data (upload) dan penerimaan data (download). Karena ketidaksamaan inilah, maka diberikan istilah Asymmetric untuk teknologi ini. Biasanya kecepatan downloading data akan lebih besar daripada uploading, mengingat lalu-lintas data Internet khususnya untuk level pengguna akhir lebih banyak men-download.
Yang dimaksud dengan kata Asymmetric DSL adalah teknologi ini memberikan kecepatan transfer data yang berbeda antara proses pengiriman data (upload) dan penerimaan data (download). Karena ketidaksamaan inilah, maka diberikan istilah Asymmetric untuk teknologi ini. Biasanya kecepatan downloading data akan lebih besar daripada uploading, mengingat lalu-lintas data Internet khususnya untuk level pengguna akhir lebih banyak men-download.
Tipe DSL seperti ini memang sengaja diciptakan untuk
memenuhi kebutuhan pengguna level perumahan, di mana traffic menerima data
lebih besar daripada melakukan pengiriman. Kondisi seperti ini sangat cocok
untuk aplikasiaplikasi level pengguna akhir seperti misalnya melakukan download
musik dan film, surfing, online games, menerima e-mail, dan banyak lagi. ADSL
menyediakan koneksi upstream yang relative lambat karena biasanya koneksi ini
hanya digunakan untuk melakukan permintaan data ke Internet. Dengan adanya
spesifikasi seperti ini, harga servis ADSL bisa ditekan semurah mungkin
sehingga terjangkau oleh pengguna rumahan.
- Symmetric DSL (SDSL)
Kebalikan dari Asymmetric, Symmetric DSL merupakan koneksi yang memiliki spesifikasi jalur upload dan download yang sama persis keduanya. Jaringan dengan spesifikasi seperti ini sangat cocok digunakan untuk keperluan aplikasi komersial, di mana pengguna akhir juga memiliki kemampuan untuk mengirim data dalam jumlah besar ke Internet. SDSL sangat cocok digunakan untuk aplikasi seperti pengiriman e-mail besarbesaran dengan attachment yang besar, melakukan upload informasi ke Internet, membuat web server, FTP server, dan banyak lagi. Biasanya servis jenis ini harganya lebih mahal daripada ADSL dan sangat cocok untuk keperluan perusahaan.
Kebalikan dari Asymmetric, Symmetric DSL merupakan koneksi yang memiliki spesifikasi jalur upload dan download yang sama persis keduanya. Jaringan dengan spesifikasi seperti ini sangat cocok digunakan untuk keperluan aplikasi komersial, di mana pengguna akhir juga memiliki kemampuan untuk mengirim data dalam jumlah besar ke Internet. SDSL sangat cocok digunakan untuk aplikasi seperti pengiriman e-mail besarbesaran dengan attachment yang besar, melakukan upload informasi ke Internet, membuat web server, FTP server, dan banyak lagi. Biasanya servis jenis ini harganya lebih mahal daripada ADSL dan sangat cocok untuk keperluan perusahaan.
- G.SHDSL
Teknologi DSL yang satu ini dapat melayani penggunanya dengan fitur multi-rate (kecepatan yang dapat berbeda-beda), multi-service, dengan jarak jangkauan yang lebih panjang dari teknologi DSL yang lainnya, dan dapat dikuatkan sinyalnya sehingga dapat berjalan sangat jauh. G.SHDSL ini dapat memberikan penggunanya kecepatan transfer mulai dari 192 Kbps sampai dengan 2,3 Mbps. Teknologi ini diklaim dapat memberikan jarak jangkauan 30 persen lebih besar daripada teknologi DSL lainnya yang ada saat ini. Teknologi ini diharapkan nantinya dapat menggantikan implementasi dari SDSL yang ada saat ini.
Teknologi DSL yang satu ini dapat melayani penggunanya dengan fitur multi-rate (kecepatan yang dapat berbeda-beda), multi-service, dengan jarak jangkauan yang lebih panjang dari teknologi DSL yang lainnya, dan dapat dikuatkan sinyalnya sehingga dapat berjalan sangat jauh. G.SHDSL ini dapat memberikan penggunanya kecepatan transfer mulai dari 192 Kbps sampai dengan 2,3 Mbps. Teknologi ini diklaim dapat memberikan jarak jangkauan 30 persen lebih besar daripada teknologi DSL lainnya yang ada saat ini. Teknologi ini diharapkan nantinya dapat menggantikan implementasi dari SDSL yang ada saat ini.
- Integrated Service Digital Network DSL (IDSL)
Dari namanya saja, mungkin Anda sudah dapat menduga bahwa teknologi DSL yang satu ini merupakan perpaduan fitur antara teknologi ISDN dengan DSL. Seperti halnya ISDN, IDSL menggunakan satu pair kabel untuk mentransmisikan data secara full duplex dengan kecepatan hingga 144 Kbps. IDSL pada dasarnya adalah sebuah line ISDN BRI yang digunakan sebagai jalur leased line, dengan kata lain jalur ISDN BRI yang tidak perlu di-switch penggunaannya. Jalur IDSL ini tidak memiliki channel signaling seperti ISDN yang sesungguhnya. Jalur ini dapat dikonfigurasi dengan kecepatan 64 Kbps, 128 Kbps, atau 144 Kbps.
Dari namanya saja, mungkin Anda sudah dapat menduga bahwa teknologi DSL yang satu ini merupakan perpaduan fitur antara teknologi ISDN dengan DSL. Seperti halnya ISDN, IDSL menggunakan satu pair kabel untuk mentransmisikan data secara full duplex dengan kecepatan hingga 144 Kbps. IDSL pada dasarnya adalah sebuah line ISDN BRI yang digunakan sebagai jalur leased line, dengan kata lain jalur ISDN BRI yang tidak perlu di-switch penggunaannya. Jalur IDSL ini tidak memiliki channel signaling seperti ISDN yang sesungguhnya. Jalur ini dapat dikonfigurasi dengan kecepatan 64 Kbps, 128 Kbps, atau 144 Kbps.
IDSL hanya digunakan untuk membawa komunikasi data
saja, tidak seperti ISDN yang juga bisa digunakan untuk suara. IDSL sangat
ideal untuk digunakan di kantor-kantor cabang karena sinyalnya bisa dikuatkan
persis seperti ISDN. Sistem billing-nya juga tidak seperti ISDN karena IDSL
biasanya dibanderol dengan harga tetap (Flat price).
- Very-high-data-rate DSL (VDSL)
VDSL dapat menghantarkan data penggunanya mulai dari 13 Mbps sampai dengan 52 Mbps downstream dan 1,5 hingga 2,3 Mbps upstream hanya dengan menggunakan satu pasang kabel tembaga twisted. Jarak jangkauan dari teknologi inilah yang menjadi kelemahannya, karena jarak maksimalnya hanya sejauh 1,3 km saja.
VDSL dapat menghantarkan data penggunanya mulai dari 13 Mbps sampai dengan 52 Mbps downstream dan 1,5 hingga 2,3 Mbps upstream hanya dengan menggunakan satu pasang kabel tembaga twisted. Jarak jangkauan dari teknologi inilah yang menjadi kelemahannya, karena jarak maksimalnya hanya sejauh 1,3 km saja.
- High-data-rate DSL (HDSL)
Teknologi HDSL memiliki kecepatan transfer data yang sama dengan jaringan E1 saat ini. Maka dari itu, HDSL memang telah banyak digunkan oleh penyedia jasa jaringan untuk menggantikan jalur-alur E1 mereka yang relatif lebih mahal biaya penyediaannya. HDSL dapat beroperasi melayani penggunanya dalam jarak 3,6 km saja. Namun, repeater atau penguat dapat Anda pasang untuk memperpanjang jangkauannya.
Teknologi HDSL memiliki kecepatan transfer data yang sama dengan jaringan E1 saat ini. Maka dari itu, HDSL memang telah banyak digunkan oleh penyedia jasa jaringan untuk menggantikan jalur-alur E1 mereka yang relatif lebih mahal biaya penyediaannya. HDSL dapat beroperasi melayani penggunanya dalam jarak 3,6 km saja. Namun, repeater atau penguat dapat Anda pasang untuk memperpanjang jangkauannya.
Keuntungan ADSL :
- ADSL tidak akan mengganggu sinyal suara yang juga
dibawa dalam media. Jadi, pengguna masih tetap dapat melakukan peneleponan
sementara koneksi Internet juga tetap berjalan. Lain halnya dengan DSL jenis
Single-line DSL yang menggunakan frekuensi yang sama dengan sinyal suara.
Dengan spesifikasi ini, maka pelanggan DSL jenis ini tidak akan dapat melakukan
peneleponan ketika ber-Internet.
- penyedia jasa tidak perlu lagi membangun
infrastruktur baru untuk mendukung layanan ADSL
Kekurangan ADSL :
Kekurangan ADSL :
- Teknologi DSL pada keadaan normal memiliki area
coverage maksimal sebesar 5,5 km saja. Dengan adanya batasan ini, masih banyak
area yang belum bisa dijangkau. Selain itu, tidak semua kantor sentral otomat
(STO) dibuat untuk mendukung teknologi DSL, sehingga area-area tertentu belum
bisa menikmatinya sampai terpasangnya perangkat DSLAM di STO tersebut.
- Harga modem yang relatif lebih mahal dibandingkan
dengan modem dial-up.
- Langganan koneksi ADSL masih relatif mahal bila
hanya digunakan untuk perorangan.
Cable
Cikal bakal teknologi Internet Cable sebenarnya
dimulai dari pemenuhan kebutuhan konsumen akan siaran televisi yang berkualitas.
Asal usul kata Cable sendiri pun berasal dari kata Community Antenna Television
(CATV) yang kemudian lebih banyak disebut orang sebagai Cable TV. Untuk
memastikan perangkat TV biasa dapat digunakan untuk Cable TV, teknologi ini
memindahkan sinyal-sinyal radio yang biasa di broadcast di udara menjadi
berbentuk sinyal-sinyal yang dapat dilewatkan didalam bungkusan kabel Coaxial.
Dengan semakin meluasnya penggunaan Cable TV ini serta
kebutuhan Internet yang semakin booming, maka dimanfaatkanlah infrastruktur
Cable TV ini untuk melewatkan data. Bahkan di beberapa negara juga melewatkan
sinyal-sinyal telepon. Dengan demikian, para penyedia jasa jaringan Cable bias
mengeruk profit lebih banyak dari infrastruktur yang telah mereka buat dengan
biaya yang cukup mahal.
Beberapa keuntungan yang akan didapat pengguna dari
adanya teknologi Cable adalah sebagai berikut:
- Teknologi Cable yang melewatkan koneksi Internet
dapat memungkinkan penggunanya melakukan koneksi VPN ke kantor pusat secara
non-stop, sehingga pengguna bagaikan memiliki jalur pribadi sendiri dengan
koneksi yang tanpa henti.
- Kecepatan transfer yang relatif tinggi dipadukan dengan harga yang tidak terlalu mahal memungkinkan pengguna yang berkantor di rumah dapat menikmati Internet cepat juga.
- Teknologi TV Cable plus Internet dapat menciptakan servis baru, yaitu TV Interaktif.
- Penyedia jasa Cable dapat membuat servis VOIP melalui infrastrukturnya tersebut, sehingga pengguna bisa menikmati juga telepon ekonomis dari media kabel yang sama, tidak perlu berlangganan media lain lagi.
- Kata “Cable” sebenarnya juga merujuk kepada media pembawanya yang berjenis kabel coaxial. Dalam membuat bentangan Cable yang sangat jauh jaraknya, biasanya digunakan amplifier atau penguat sinyal untuk tetap menjaga keutuhan sinyal selama di perjalanan. Amplifier akan dipasang pada bentangan kabel coaxial kurang lebih setiap jarak 610 meter. Sinyal yang dikuatkan adalah sinyal frekuensi 50 sampai 860 MHz. Lebar frekuensi ini digunakan untuk sinyal TV analog, TV digital dan layanan komunikasi data.
- Kecepatan transfer yang relatif tinggi dipadukan dengan harga yang tidak terlalu mahal memungkinkan pengguna yang berkantor di rumah dapat menikmati Internet cepat juga.
- Teknologi TV Cable plus Internet dapat menciptakan servis baru, yaitu TV Interaktif.
- Penyedia jasa Cable dapat membuat servis VOIP melalui infrastrukturnya tersebut, sehingga pengguna bisa menikmati juga telepon ekonomis dari media kabel yang sama, tidak perlu berlangganan media lain lagi.
- Kata “Cable” sebenarnya juga merujuk kepada media pembawanya yang berjenis kabel coaxial. Dalam membuat bentangan Cable yang sangat jauh jaraknya, biasanya digunakan amplifier atau penguat sinyal untuk tetap menjaga keutuhan sinyal selama di perjalanan. Amplifier akan dipasang pada bentangan kabel coaxial kurang lebih setiap jarak 610 meter. Sinyal yang dikuatkan adalah sinyal frekuensi 50 sampai 860 MHz. Lebar frekuensi ini digunakan untuk sinyal TV analog, TV digital dan layanan komunikasi data.
Dengan hitungan ini, maka setiap 30 kilometer area
coverage, kabel Coaxial membutuhkan penguat sebanyak kurang lebih 50 buah
amplifier sepanjang jalan. Tentunya arsitektur seperti ini akan cukup
merepotkan para administratornya dalam me-maintain-nya. Akan banyak sekali
problem dan kendala dalam menggunakan sistem ini. Maka dari itu, saat ini
arsitektur jaringan Cable tidak lagi dibuat menggunakan murni media Coaxial,
namun dibuat juga menggunakan bentangan media fiber optik.
Media fiber optik digunakan dengan tujuan untuk akan
meniadakan amplifier sinyal, membawa siyal dengan lebih bersih, kecepatan
transfer yang lebih tinggi dan dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel
coaxial biasa. Dengan adanya semua kelebihan ini, kendala dan problem yang ada
di jaringan Cable dapat jauh berkurang sehingga pelanggan lebih nyaman dalam
menonton TV maupun ber-Internet.
Namun, media fiber optik tidak ditarik sampai ke
lokasi pelanggan, karena media ini hanya bertugas sebagai backbone link saja.
Untuk mendistribusikan informasi sampai ke pengguna, arsitektur jaringan Cable
pada umumnya masih mempercayakan media Coaxial. Jadi, arsitektur jaringan
seperti ini yang merupakan perpaduan Fiber dan Coaxial dinamai dengan istilah
Hybrid Fiber Coax (HFC).
Kekurangan koneksi dengan teknologi cable :
- Jaringan masih terbatas
- Modem masih cukup mahal
- ISP tertentu mengharuskan berlangganan TV kabel,
jika kita hanya memerlukan koneksi internet saja, biaya koneksinya menjadi
lebih mahal.

0 Response to "KONEKSI INTERNET"
Posting Komentar